Dimana Pemerintah Daerah Karawang
Di mana Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang
Keluarga Mahasiswa Islam Karawang Jakarta (KMIK
Jakarta) adalah sebuah
wadah bagi para mahasiswa asal Kabupaten Karawang yang sedang menempuh
pendidikan di wilayah Jakarta, Depok, Tangerang dan Bekasi. KMIK Jakarta sudah
berdiri selama 44 tahun lamanya, semenjak berdirinya KMIK Jakarta banyak kegiatan
– kegiatan yang telah dilakukan dan diselenggarakan oleh KMIK Jakarta.
Pada tahun 2018 KMIK Jakarta menginjak tahun ke 45,
seperti yang menjadi agenda tahunan KMIK Jakarta untuk merayakan hari jadinya
selalu membuat rangkaian acara – acara yang mengangkat daerah khususnya
Kabupaten Karawang.
Hari jadi KMIK Jakarta yang ke-45 atau biasa disebut
dengan Milangkala KMIK Jakarta mengangkat tema “Pagelaran Ngamumule Budaya
Sunda; Integritas Pemuda dalam Menjunjung Tinggi Nilai Kreativitas dan Sportivitas”.
Tema tersebut bukan tanpa alasan mengapa diangkat dalam Milangkala KMIK Jakarta
ke 45 tersebut.
Seperti yang dikatakan oleh Ketua Pelaksana Milangkala
KMIK ke 45 Teh Siti Maemunah atau biasa disapa Teh Una bahwa tema yang diusung
oleh KMIK dalam setiap acara Milangkalanya selalu berkaitan dan bersentuhan
erat dengan hal – hal yang ada di Kabupaten Karawang.
“seperti tema pada milangkala KMIK yang ke 44 tahun lalau
itu mengusung Festival Budaya Sunda, di mana bahwa fenomena mengusung acara
tersebut berkaitan dengan sudah tergerusnya budaya Sunda di Kabupaten Karawang
khususnya di kalangan generasi muda, maka tahun ini kita mengangkat tema ini juga
ada sebuah alasannya, jadi bukan sekedar tema acara semata” jelas Teh Una.
Berkaitan dengan hal tersebut Teh Una pun menerangkan bahwa
rangkaian acara untuk tahun ini diadakan Futsall Cup KMIK 2018 yang telah
diselenggarakan pada hari Sabtu dan
Minggu tanggal 6-7 Januari 2018, acara Futsal Cup KMIK Jakarta 2018 adalah
bagian dari rangkaian acara menuju Milangkala KMIK Jakarta ke 45 yang puncaknya
diselenggarakan pada tanggal 13 Januari 2018 di Kampung Budaya Kabupaten
Karawang.
Acara Futsal Cup tersebut menurut Ketua Pelaksana Futsal
Cup KMIK Jakarta 2018 Akang Sopiyadi Pamungkas (Kang Opi) dilatar belakangi
karena banyaknya potensi dari para pelajar SLTA dalam bidang Futsal namun
sampai sejauh ini Kabupaten Karawang belum melahirkan atlit Futsal yang
setingkat Nasional, hal tersebut menjadi pertanyaan besar dari para pengurus
KMIK Jakarta sehingga diadakan Futsal Cup KMIK Jakarta 2018 antar SLTA se Kabupaten
Karawang.
“jujur saja kami melaksanakan kegiatan ini tidak didukung
oleh pihak manapun, apalagi Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang, padahal acara
seperti ini harusnya menjadi tempat untuk menjaring atlit – atlit muda Karawang
dalam hal Futsal” Terang Kang Opi saat diminta keterangan terkait acara.
Senada dengan Teh Una dan Kang Opi, Ketua Umum KMIK Jakarta
Kang Muhammad Munawar (Kang Kempus) pun
menerangkan bahwa selama ini KMIK Jakarta dalam membuat kegiatan – kegiatannya baik
di Karawang maupun di Jakarta selalu dengan sumbangan sukarela ataupun “Ngamen”,
padahal yang selalu diangkat oleh KMIK Jakarta adalah hal – hal yang
berkaitan dengan Karawang baik itu mengenai pariwisata, budaya, atau kuliner.
“harusnya kan ini menjadi media promosi bagi pemerintah
daerah untuk menjaring pariwisata di Karawang, serta KMIK Jakarta itu hampir
anggotanya dan pengurusnya itu berada di seluruh wilayah Karawang, yang kita
bisa untuk berkontribusi terhadap daerah sendiri kan dengan berbagai macam kegiatan
– kegiatan yang positif tentunya” Jelas kang Kempus.
Milangkala KMIK Jakarta ke 45 kali ini untuk memberikan
ruang berkarya bagi para pelajar dan seniman muda Karawang, maka dari itu
pengisi acaranya pun selain sarasehan budaya sunda Karawang, juga menampilkan
beberapa seniman muda Karawang yang telah mempunyai karya namun dipandang
sebelah mata oleh Pemda.
“sebenarnya Karawang hari ini itu tidak baik – baik saja,
percuma jika pembangunan infrastruktur selalu menjadi poin penting yang
dilakukan oleh Pemda, tapi pembangunan moral remajanya bahkan kecintaannya
terhadap daerah sendiri tidak dibangun jelas itu adalah kejahatan menurut saya”
lanjut Kang Kempus Ketua Umum KMIK Jakarta.
Melihat kepada kasus para pelajar yang diberangkatkan ke
Jepang pada akhir tahun lalu, sebenarnya kegiatan tersebut tidak melalui kajian
yang mendalam, hanya kegiatan yang membuang – buang anggaran yang seharusnya
bisa dikelola oleh Pemda lebih baik dan lebih tepat.
Acara Milangkala KMIK Jakarta ke 45 yang diselenggarakan
di Kampung Budaya Karawang pun sebenarnya bagian dari keingin tahunan Pengurus
KMIK Jakarta terkait tata kelola Pemda Kabupaten Karawang dalam hal ini Dinas
Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Karawang sejauh mana peduli dengan kegiatan
– kegiatan seperti ini.
“padahal laporan yang kami terima secara data Dinas
Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Karawang tahun 2017 itu baru membeli soundsistem
yang harganya sangat fantastis, tapi acara kita ini yang memang bukan untuk
acara komersil karena terkait budaya harusnya bukan untuk dikomersilkan malah
tugas kita bersama untuk menjaga dan merawatnya, tidak ada dukungan sama
sekali, soundsistem saja kita harus sewa di luar, itu kan menjadi
pertanyaan kami di KMIK Jakarta sebenarnya anggaran untuk membeli soundsistem
itu kemana?”
Yang menjadi perhatian khusus adalah tidak adanya peran pemerintah
daerah dalam kegiatan – kegiatan yang sangat fundamental sifatnya, tapi jika
acara – acara seremonial selalu paling terdepan ini menjadi keanehan sebenarnya
di mana Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang?.
Dengan adanya acara Milangkala KMIK Jakarta yang ke 45
ini diharapkan menjadi renungan bagi pengurus dan anggota KMIK Jakarta yang memang
berasal dari Karawang dalam melihat realitas yang terjadi, diharapkan dengan
adanya acara seperti ini dapat menumbuhkan rasa cinta generasi muda terhadap
budayanya dan kota serta daerahnya, seperti semangat moto dari KMIK Jakarta itu
sendiri yaitu, “Satukan Tekad, Karya dan Cipta Untuk Karawang Tercinta, Semangat
Pulang Kampung Bangun Desa”.
-RB-



Komentar
Posting Komentar